Dulu saya punya keinginan untuk menikah sesudah lulus jadi dokter. Atau sekitar usia 25 (usia dimana ibu saya menikah, dan menurut saya saat itu adalah usia paling ideal). Dan sebelum masuk spesialis. Malah pernah waktu koas (sekitar umur 22-23), ketika share hal ini ke teman, dia jadi nanya: "Jadi lo ga bakal lanjut spesialis kalau belum nikah?", terus saya dengan yakin nya jawab "Iya!" :)) Alasan saya waktu itu: "Nanti kalau gw sekolah dulu, yang ada gw sibuk aja sama ppds, terus lupa nikah deh."
Singkat cerita, ada beberapa orang, yang menginjakkan kaki di hati dan kemudian pergi. I fell in love with the wrong persons. Saat itu saya sudah lulus dokter dan sudah mulai dekat dengan usia target, dan terjadi masa-masa nya menggalau, ketika banyak teman yang menikah dan kemudian bertanya-tanya: "kapan ya saya?". Mikir kenapa orang lain bisa begini dan kenapa orang lain bisa begitu. Haha.
Dan sekarang mendekati usia 27, rencananya akan diperistri orang beberapa bulan lagi. Lewat target? Iya. Happy? Iya. Happy karena kalau melihat ke belakang, sepertinya ini memang waktu yang paling tepat. 1.5 tahun lalu saya keterima spesialis, dan saat semester 2 (atau mulai Januari tahun ini) sekitar selama 6 bulan, adalah masa-masa paling berat. Boro-boro rasanya mikirin dan ngurus orang lain, mikirin diri sendiri aja ga sempet. Mungkin ada orang yang bisa, makanya mereka uda dikasih keluarga atau pasangan hidup sebelum sekolah, tapi yang jelas saya bukan.
Dan saat saya sedang semester 2 itu
Apapun itu, seharusnya selalu inget bahwa rezeki akan dikasih di waktu yang sudah paling pas menurut Allah. Ada yang menikah dulu, punya anak dulu, kemudian sekolah. Ada yang sekolah dulu, nanti di akhir baru menikah. Ada yang menikah dulu, sekolah, kemudian baru punya anak. Atau ada yang menikah, punya anak, lalu ga jadi lanjut spesialis. Dst. Ga ada gunanya ngebandingin sama orang lain, toh "sepatu" nya beda. Dan semua hal memang ga akan datang dan jadi dalam waktu bersamaan. Karir, pendidikan, pasangan hidup, keluarga. Setiap orang uda dibikinin jalan dan ceritanya sama yang di atas ;)
Life is a not a race, why do you have to compare it with everybody else?
